30/09/2020

Shaolia: Great Houses, sebuah ekspansi yang akan datang [Pratinjau]

Disclaimer: Saya adalah penikmat euro game dan cukup berkomitmen di Legend of the Five Rings LCG. Saya bukan pecinta variasi solo game. Dengan ini, saya ingin memberi gambaran mengenai bias yang mungkin muncul dalam penulisan artikel ini.

Update 22/09/2020: From Bad Comet Games I got notified that their Kickstarter page is already previewed and it will be online on September 23rd. Click “Notify Me” so you guys don’t miss it. I will be back with the review when the end-product is distributed after the end of the funding period and shipping process.

Beberapa minggu lalu, kami sempat mengulas Shaolia: Warring States we reviewed Shaolia: Warring StatesPermainan basisnya mendapatkan respon positif dari kami. Bahkan, setelah saya membagikan artikel ini di grup Board Gamers Indonesia di Facebook, salah satu anggotanya turut membeli versi retail Shaolia dan juga jatuh hati.Yang lainnya bakal menanti Kickstarter Shaolia: Great Houses untuk kedua seri ini. Sangat menyenangkan, ya?!

Setelah mengecek sekilas sebuah paket yang tiba di rumah, saya langsung sadar ini adalah prototype expansion terbaru Shaolia dari Bad Comet Games. Buru-buru saya mencoba dan ingin membagikan pengalaman saya melalui artikel ini. Jika kamu ingin langsung membaca review-nya saja, silakan klik di sini untuk meloncat ke segment tersebut.

Hal baru apa dari konten ini?

Ya, saya sangat mengerti pertanyaan tersebut bakal selalu terlontar pertama kali dari para pemain board game. Ekspansi Great Houses membawa dua sistem baru ke dalam permainan. Sekarang bakal ada tile Noble Houses dan Quests, beberapa kartu Lv2 dan Character baru, berikut juga lima modus permainan lain. Buat kalian para penyendiri, Gunho Kim juga menambahkan varian solo, lho!

Peraturannya tetap sama, hanya saja beberapa komponen bakal membawa sesuatu yang baru ke alur permainan. Kartu Lv2 terbaru, contohnya, memiliki multiple classes yang mendorong permainan taktik dan strategi dengan combo yang bisa memenangkan permainan. Kartu tersebut juga bisa digunakan di modus permainan yang tersedia dalam box game dasarnya!

Tentu saja replay value pun semakin meningkat dengan modus permainan yang baru. Saya paling tidak sabar mencoba bermain dengan Noble Houses! Sebelum itu, yuk, kita tengok cerita yang menarasi expansion ini.

Cerita di balik Great Houses

Diceritakan bahwa konon ada 11 keluarga bangsawan yang bergelar The Great Houses. Gelar tersebut mereka raih karena keberhasilannya mengakhiri perang dan membawa kedamaian selama 100 tahun ke Benua Shaolia. Sayangnya, kaisar muda yang sedang memegang tampuk kekuasaan saat ini berhasil dibunuh. Kekosongan pemerintahan pun kembali mendatangkan huru-hara ke area ini.

Sosok manakah yang akan berjaya dan kembali membawa kedamaian yang dibutuhkan rakyat Shaolia? (Bakal ada kejutan besar di solo-mode yang saya akan bocorkan nanti).

Modus permainan solo

Apakah kamu terisolasi karena COVID-19 atau alasan lainnya? Jangan takut! Shaolia: Great Houses memungkinkan para penyendiri untuk bermain mandiri. Modus permainan “The Usurper” mengisahkan aksi heroikmu mengalahkan Great House ke-12 yang sempat hilang. Kelompok bangsawan ini diburu dan dieksekusi karena mereka sempat mencoba melakukan kudeta dan gagal. Beberapa berhasil lolos dan menanti saat yang tepat untuk kembali mengambil alih singgasana Shaolia.

Cara bermain Shaolia: Great Houses

Semua aturan dari game sebelumnya tetap sama. Jangan takut, tidak ada kesulitan berarti untuk bermain Shaolia: Great Houses. Kalau kamu belum membaca ulasan dari game sebelumnya, coba baca di sini. Di game ini, bakal ada tambahan mekanik dan cara setup game.

Persiapan Shaolia: Great Houses

Setelah mengatur setup seperti biasanya, kocok tile Noble House berikut kartu Quest. Kemudian, tarik dan buka empat tile Noble House dan lima kartu Quest. Bagikan token Quest Tracker kepada tiap pemain. Nah, sekarang kalian bisa memilih modus permainan dan mengatur kartu Lv1 dan Lv2 yang sesuai dengan kebutuhan game. Kartu-kartu baru juga bisa digunakan di modus game dari game dasarnya, ya.

Hal baru yang lain

Selain tujuh kartu Character, kartu Lv2 juga mengubah jalur permainan. Fungsi Gold Command yang baru mengajak pemain untuk membayar dengan Gold ketika mengaktivasi bangunan selain hanya menggunakan dadu yang cocok. Beberapa kartu memiliki multiple classes yang bisa digunakan untuk bertahan dan mengumpulkan resource. Mengapa hal ini relevan? Mari kita simak lebih lanjut.

Tile Noble Houses & kartu Quests

Jadi, apa, sih tile Noble House? Ketika pemain mendapatkan tile ini, mereka bisa mengaktifkan ability tambahan. Sayangnya, untuk mendapatkan tile ini tidaklah mudah. Pemain harus membayar sejumlah cost untuk mendapatkan bantuan Great Houses. Maharnya bervariasi, tapi bakal selalu memuat Quest. Bagaimana mendapatkan kartu Quest?

Kartu Quest yang terbuka menunjukkan kondisi yang harus dipenuh pemain untuk mendapatkannya. Quest ini bisa bersifat langsung atau harus dipenuhi beberapa kali. Guna dari Quest Tracker adalah sebagai penanda dari Quest yang sedang dijalankan. Pemain lain tidak bisa menjalankan Quest yang sudah ada tracker pemain lain.

Shaolia solo-mode

Pemain mandiri sepertinya bakal menyukai Shaolia: Great Houses. The Usurper adalah modus permainan solo dalam Shaolia. Kalau kamu tertantang melawan AI buatan Bad Comet Games, kamu tinggal menyusun game sama seperti ketika kamu melawan pemain. Namun, di modus ini, kamu hanya perlu satu Player board saja. Lalu, keluarkan Boss board yang akan menjadi lawan mainmu.

Papan Boss memiliki dua sisi yang bisa digunakan sesuai level kesulitan yang ingin dihadapi. Letakkan tracker Gauge dan kartu Locked sesuai dengan tempat yang disediakan. Kocok secara terpisah kartu Minion Lv1 dan Lv2.

Lalu, letakkan kartu Lv1 di atas Lv2 untuk membangun dek Minion. Kamu sekarang bisa memilih kartu Lv2 untuk dekmu. Selain Lv2, kamu juga boleh menggunakan kartu Wonder. Lalu, pilih dua tile Trading post yang mau kamu bawa.

The Usurper: Fase Purchasing

Giliran bermain berjalan nyaris identik. Yang membedakan hanya bagaimana Boss menjalankan aksi. Boss hanya akan menggunakan dek kartu tanpa dadu. Di fase Purchasing milik boss, tarik kartu dari dek Minion dan letakkan di posisi paling kiri pada papan permainannya. Jika ada kartu di slot ini, geser ke slot kanan. Kalau ada kartu di posisi paling kanan, geser ke luar papan dan buang. Proses ini berlaku jika terdapat kartu di slot yang dibutuhkan saja. Jangan lupa, Boss juga tidak menjalankan fase Building.

Fase Action milik Boss di solo-mode

Perlu diingat bahwa semua ability milik Boss berlaku secara pasif dan diinisiasi berurutan dari kiri ke kanan. Kalau tidak ada kartu di salah satu slot, maka ability bawaan yang tercetak di papan yang diaktivasi. Jika ada ability ‘Charge’ yang aktif, geser Gauge tracker ke kanan dan jalankan efeknya.

Serangan ke pemain harus didistribusi berdasarkan prioritas. Kartu Minion selalu menyerang kartu Defend, kartu Lv2, dan terakhir langsung ke Palace. Minion tidak menyerang kartu Lv1.

Pemain mendapatkan jarahan (loot) sesuai level Minion yang berhasil dihancurkan melalui serangan. Tetapi, pemain tidak bisa menyerang ability yang dicetak di papan Boss.

Pendapat saya untuk Shaolia: Great Houses

Shaolia: Great Houses besutan Gunho tidaklah mengecewakan. Dia tidak hanya menambahkan variasi kartu untuk dimainkan, tetapi berhasil mengimplementasi mekanik baru ke dalam permainan. Ingat, kan, saya sempat membahas kartu multiple classes? Kartu tersebut bisa dipadu agar bersinergi dengan kartu lain untuk mengaktivasi ability tertentu. Tentu saja hal ini menambah aspek board management ketika membangun kartu dan menjalankan efek-efeknya. Tambahan mekanik ini membuat Shaolia tidak lagi hanya sekedar adu taktik, tapi juga lebih strategis.

Keberadaan kartu Quest sebagai resource baru juga lumayan bikin seru. Satu-satunya cara mendapatkan resource ini adalah dengan menjalankan kondisi yang tertera di kartunya. Ini menambah hal yang harus dilakukan di papan. Ability yang dimiliki Noble House pun juga terbilang kuat, sebuah ganjaran yang setimpal dengan usaha yang dilakukan. Dengan tambahan tersebut, plus kartu Character dan Lv2 yang baru, Bad Comet Games lagi-lagi meningkatkan replay value dari Shaolia. Saya berani bilang, expansion The Great Houses berhasil menaikkan secara masif pengalaman bermain dari core game.

Pengalaman Melawan The Usurper

Jujur, saya bukan fans dari game solo, tapi saya tetap suka modus The Usurper. Saya merasa, perbedaan tingkat kesulitan antara Normal dan Hard cukup jauh. Lalu, ketika saya membangun dek dengan kartu Lv2 pilihan sendiri, saya juga tidak terlalu peduli untuk menambahkan kartu kelas mono-Culture. Kartu-kartu yang digunakan hanya bertajuk ofensif dan defensif saja, mengingat Minion hanya melancarkan serangan atau ‘Charging’ tracker Gauge saja. Tidak hanya itu, efek di papan AI-nya juga hanya mengenai aksi militer saja tanpa ada pengumpulan poin Culture sama sekali. Mungkin akan lebih menarik jika The Usurper memiliki jalur kemenangan lain yang harus diperhatikan pemain. Sekali lagi, menurut saya hal ini tidak menunjukkan kalau modus solo Shaolia jelek. Permainan solonya tetap seru, namun bisa dikembangkan lebih baik.

Masalah minor pada kartu Quest

Yuk, kita kembali sebentar ke kartu Quest. Beberapa kartu Quest perlu dipenuhi lebih dari sekali untuk diambil. Dengan Quest tracker, pemain bisa menandai kartu yang sedang mereka jalankan objektifnya. Beberapa Quest yang lebih mudah harus dijalankan beberapa kali, sedangkan yang lebih sulit bisa langsung diambil setelah memenuhi kondisinya. Menurut saya, hal ini sudah membuat kartu Quest cukup berimbang.

Sayangnya, dengan enam tracker dan hanya lima kartu Quest, kami sempat kebingungan di salah satu sesi percobaan. Mungkin saja masalah ini tidak akan sering muncul, tapi sangat berisiko merusak keseruan bermain. Skenario yang terjadi pada kami adalah, terdapat lima kartu Quest yang butuh dilakukan berulang sebelum bisa diambil. Saya berhasil meletakkan tracker pada kelima kartu Quest yang muncul. Berhubung aturan mengatakan kalau sudah ada satu tracker dari pemain lain diletakkan di kartu Quest, maka pemain lain tidak bisa menjalankan Quest tersebut, lawan saya sama sekali tidak bisa berkutik.

Mungkin akan lebih menarik jika tracker Quest dikurangi, misalnya hanya tiga tiap pemain. Hal ini bisa diikuti dengan potensi aturan pemain bisa memindahkan tracker miliknya yang sudah ada di atas kartu Quest tertentu ke kartu Quest lain. Agar berimbang, bisa juga mengimplementasi cost yang harus dibayar untuk melakukan aksi ini. Dengan tambahan aturan tersebut, pemain dituntut untuk menjalankan Quest sesuai prioritasnya saja.

Komponen

Cetakan Shaolia: Great Houses kali ini masih dalam tahap prototype, ya. Jadi, tentu saja versi ini bukan versi final dari Bad Comet Games dan masih bisa berubah sebelum diproduksi massal. Walaupun demikian, saya mengacungkan jempol karena prototype ini sudah sangat bagus dan berkualitas tinggi. Jika saya membawanya ke atas meja tanpa mengumumkan status box ini, kalian tidak akan mengira ini cuma sebuah purwa-rupa. Satu-satunya harapan saya adalah papan The Usurper bisa dicetak di karton yang lebih tebal.

Penutup

Shaolia: Great Houses adalah ekspansi yang kita butuhkan untuk melengkapi core game-nya. Kartu-kartu barunya adalah pelengkap yang manis untuk permainan ini. Kalau kamu sudah memiliki core game, jangan ragu-ragu untuk mendukung Shaolia di Kickstarter nanti. Lalu bagaimana kalau kamu pemain baru? Sikat saja semuanya, tidak akan rugi.

This website uses cookies. By continuing to use this site, you accept our use of cookies. 

id_IDID
en_GBEN id_IDID