14/04/2021

Ganesha: Mencari berkah dari Dewa Kebijaksanaan [Ulasan]

Dalam rangka memikirkan aksesibilitas dan inklusivitas, saya mulai membeli board game abstrak. Salah satunya, Ganesha, sudah ada di daftar belanja saya di BGG sejak lama. Game seperti ini tidak terpaut dengan bahasa, dan inilah yang membuat saya menyukai jenis satu ini.

Sebelum kita berdiskusi lebih dalam, saya rasa perlu diinformasikan kalau saya tidak membeli board game ini sendiri. Ganesha adalah hadiah Natal yang saya dapat dari partisipasi Secret Santa. Event serupa bisa kalian lihat di Reddit dan Board Game Geek (BGG). Yuk, kita cek, game ini seperti apa, ya?.

Disclaimer: Saya adalah penikmat euro game dan cukup berkomitmen di Legend of the Five Rings LCG. Saya bukan pecinta variasi solo game. Dengan ini, saya ingin memberi gambaran mengenai bias yang mungkin muncul dalam penulisan artikel ini.

Walaupun belum pantas dibilang pakar, saya cukup familiar dengan mitologi Yunani. Lain cerita dengan hikayat dari India dengan dewa-dewanya. Karena itulah, saya melakukan riset kecil sebelum menulis artikel ini. Cukup bersyukur dengan pengalaman saya tinggal di Bali, karena saya tahu kalau Ganesha termasuk salah satu sosok yang dipuja pemeluk Hindu. Digambarkan berkepala gajah, Vinayaka, nama lain Ganesha, dikenal luas sebagai pelindung kesenian dan sains, dewa kebijaksanaan dan kepintaran, serta penyapu segala rintangan. Di dalam board game ini, Ganesha akan memberikan berkah bagi siapapun yang paling pandai mendekorasi mandala ajaib dengan batu permata.

KESAN PERTAMA KETIKA MENILIK GANESHA

Untitled

Kotaknya dibalur warna biru tua (maaf sekali, saya tidak terlalu paham dengan nama-nama warna), dan judulnya ditulis dengan jenis tulisan yang menyerupai Sansekerta. Bertolak belakang dengan latar belakangnya, ilustrasi yang ditampilkan sangat berwarna. Figur dewanya pun menyambut pemain dengan tatapan yang hangat. Di belakangnya bisa dilihat mandala yang tidak kalah mentereng. Dari luarannya saja, game ini sebetulnya sudah bisa mencuri hati. Dan kalau melihat ilustrasi lain pada token pemain pertama (menggambarkan drum Ganesha), tracker skor, dan mandala, semuanya pun tak kalah luar biasa. Beberapa papannya dibuat dua sisi yang menggambarkan siang dan malam. Saya sendiri lebih suka bermain dengan sisi malamnya, karena memiliki efek psychedelic yang kuat. Fakta menarik, Ganesha dalam Bahasa Sansekerta ditulis गणेश.

Kami sangat senang ketika membuka kotaknya. Insert dalam Ganesha didesain sangat rapih. Semua komponen bisa masuk dengan sempurna. Hal ini tentu memberikan ketenangan batin ketika menyimpan kopian ini. Saya tidak perlu takut menyimpannya secara horizontal atau vertikal di dalam rak.

Komponen

Berikutnya, mari kita lihat komponen dan mulai dari permatanya (karena komponen inilah yang menjadi dasar permainan). Saya sempat beberapa kali bermain dengan game yang menggunakan komponen serupa. Jika dibandingkan dengan Istanbul dan Mystery of the Temples, contohnya, permata milik Ganesha jauh lebih besar dan tebal, dan memberikan kemudahan ketika memegangnya.

Papan permainannya juga memiliki kualitas yang apik. Tebal dan kuat, papan-papan ini juga diselimuti ilustrasi yang memanjakan mata. CrowD Games benar-benar berupaya lebih untuk mempercantik game abstrak ini. Andrei Osinin adalah orang yang menjadi alasan mengapa game ini terlihat cantik.

Saya juga suka dengan tracker pemain di Ganesha. Mereka menggambarkan empat hewan suci di India (monyet, gajah, harimau, dan sapi). Apakah nanti bakal ada ekspansi dengan tambahan pemain kelima? Bisa saja mereka menambahkan ular, hewan suci terakhir ke dalamnya. Keempat binatang ini juga dicetak di Destiny tile mengikuti warna tokennya.

Komentar pribadi tambahan terkait buku aturan Ganesha

Buku aturan permainan ini agak tipis kalau dibanding beberapa game lain yang memiliki tingkat kesulitan setara. Sebetulnya, buku aturannya sendiri memerlukan sedikit pembenahan. Saya agak kesulitan untuk mengerti yang dimaksud penulisnya, jadi harus baca berulang kali agar paham. Hal ini mudah diatasi lewat proses edit yang lebih dalam. Karena kesulitan ketika memahami, akhirnya kami putuskan buat bermain sembari belajar. Walaupun demikian, saya lebih suka mengerti keseluruhan konsep sebelum bermain.

ALUR PERMAINAN GANESHA DAN APA YANG MEMBUAT GAME INI MENARIK

Kami main bertiga dalam game pertama. Ganesha penuh dengan perencanaan strategi. Iya, sih, ada juga aspek keacakan di dalam permainannya. Permata yang tersedia tiap rondenya ditarik dari kantong tanpa melihat, tapi bukan berarti game ini sepenuhnya bersandar pada keberuntungan. Untuk memainkan Ganesha, para pemain harus memiliki kecakapan dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meletakkan permata ke mandala. Jika terlalu cepat, kamu bakal mendapatkan sedikit skor. Sebaliknya, kalau kamu terlambat, skornya sudah direbut musuh. Kami baru sadar konsepnya ini ketika sudah mulai mendekati akhir permainan.

Untitled

Pemain bakal bergiliran mengambil permata yang tersedia di atas papan, kalau ambil sembarangan, nanti bakal susah ke depannya. Lebih beratnya lagi, kamu cuma bisa mengambil permata di Altar yang warnanya sama dengan permata yang kamu pasang di Destiny slot. Kalau kamu tidak bisa mengambil permata, sayang sekali, kamu bakal dilongkap, walaupun kamu masih bisa skor poin (kalau kamu punya permatanya, ya). Terlepas dari kesempatan skor poin, menurut saya, adalah tidak bijak kalau sampai kehilangan kesempatan mengambil permata di Altar. Semakin banyak permatamu, semakin banyak poin untuk diskor.

Patut diingat, untuk skor poin (meletakkan permata ke Mandala) kamu tetap harus merelakan satu permata untuk menempatkan permata lainnya (sesuai ketentuan) ke papan skoring. Kalau kamu tidak punya permata yang cukup di Treasury, sudah pasti kamu tidak bisa mendapatkan poin dengan efektif. Inilah yang menonjolkan aspek set collection di Ganesha, sebuah mekanik yang memang sering dipadukan dengan drafting buat mengumpulkan poin (kamu bisa menemukan hal yang sama di Sushi Go, contohnya).

Apa yang kami suka dari Ganesha

Main bertiga memberikan pengalaman terbaik sampai sekarang. Saya jamin ini angka rekomendasi untuk menikmati Ganesha sampai ke akarnya. Banyak sekali hal-hal yang terjadi selama permainan, tapi tentu game-nya masih cukup sederhana untuk diikuti. Tiap ronde dimulai dan berakhir dengan cepat, jadi waktu main pun tak banyak terbuang.

Dengan aturan di akhir permainannya, Ganesha juga memberi kesempatan buat pemain yang memiliki poin rendah untuk mengejar ketinggalannya. Semua pemain akan bergiliran meletakkan sisa permata, satu per satu, dari Destiny board ke Mandala. Adalah suatu perasaan yang menyenangkan ketika melihat Mandalanya terisi dengan permata.

Lalu, ada juga token Spice yang harus dipikirkan sepanjang bermain. Beberapa dari mereka berkontribusi besar di keputusan-keputusan penting saya dalam memenangkan game. Mereka membawa efek-efek khusus yang kadang menegasi atau mengubah aturan sedikit, sehingga memberikan saya manuver buat bergerak lebih bebas.

Ilustrasinya yang cantik turut mendorong kami buat bermain Ganesha lagi. Kami merasa senang bahkan ketika sedang menyiapkan game. Pada akhirnya, memang benar kalau matalah yang memilih apa yang kita mau.

Apa saja yang bisa ditingkatkan

Untitled

Kami merasa cukup aneh ketika drum Ganesha harus diputar ke pemain berikutnya setiap tiga ronde, bukan per ronde. Hal ini tentu di luar kebiasaan yang ada. Lalu, pemain yang memegang drum (penanda pemain pertama) juga mendapatkan satu poin ekstra tiap ronde berakhir. Artinya, tanpa melakukan apapun, kita sudah dapat dua poin cuma-cuma.

Kalau main berempat, pemain terakhir tidak akan pernah mendapat drum Ganesha ini, lho. Jadinya, pemain itu tidak akan pernah jadi pemain pertama. Sebagai gantinya, pemain ini mendapatkan dua poin sebagai handicap di awal permainan. Tentu saja kami pikir, hal ini cukup bagus dan adil buat pemain tersebut.

Kami pikir, dua poin bisa menjadi 'curi start' buat pemain terakhir, sebuah keuntungan yang adil buat tidak menjadi pemain pertama sama sekali... Tapi kami salah banget di sini. Sebaliknya, ini sangat tidak adil buat pemain keempat ini. Perlu diingat, semua pemain pun juga mendapat dua poin secara cuma-cuma di akhir ronde selama mereka memegang marker pemain pertama. Dan tentu saja menjadi pemain pertama memberikan keuntungan yang cukup signifikan di dalam game drafting. Saya rasa, perlu lebih dari sekedar dua poin buat mencabut privilege ini dari pemain keempat.

REPLAY VALUE & REKOMENDASI

Proses drafting memberikan variasi dan menjadi pembeda di tiap kali bermain Ganesha. Penggunaan Spice token pun meningkatkan replay value game ini. Ganesha pun tetap menarik perhatian kami walaupun ada beberapa hal yang agak mengganjal di hati. Game-nya masih cukup seru, dan sepertinya kami bakal tetap memainkan Ganesha, walaupun tidak secara reguler.

Dengan aturan yang kurang asyik buat main berempat, kami juga tidak merekomendasikan bermain secara kuartet. Bertiga adalah pilihan yang tepat untuk main Ganesha. Kalau memang terpaksa, main berdua juga boleh ketimbang main berempat, walaupun tentu dengan dua orang, permainan tidak semenegangkan itu.

Untitled
Untitled

Ganesha bisa menjadi pilihan yang bagus buat pemain yang mencari drafting dan set-collection tanpa menggunakan kartu sebagai komponen utamanya. Kalau kalian suka game abstrak, ini bagus banget buat jadi tambahan koleksi kalian. Permainannya sangat bersahabat buat pemain baru, aturannya jelas dan sederhana, mudah untuk diajarkan. Kalau kamu suka game kompleks (dan cukup intoleran terhadap desain game yang kurang sempurna), kamu bisa melupakan game ini

PENUTUP

Sebagai sebuah game abstrak, Ganesha sebetulnya tidak memerlukan tema apapun. Terima kasih kepada Maxim dan CrowD Games yang masih menyediakan presentasi dahsyat untuk game satu ini. Saya bisa bilang, aspek inilah yang menjadi daya jual dari board game Ganesha. Permainannya cukup OK, tapi tentu perlu beberapa pembenahan seperti disebut di atas. Saya sangat setuju kalau game ini dibuat untuk dimainkan bertiga saja. Dengan banyak board game lain yang lebih baik di pasaran, Ganesha mungkin tidak begitu menjadi sosok yang tak terlupakan. Walaupun demikian, game ini membuat saya sadar kalau ada desainer bernama Maxim Istomin, dan saya akan sangat menanti game berikutnya, yang pasti jauh lebih baik dari yang satu ini.

This website uses cookies. By continuing to use this site, you accept our use of cookies. 

id_IDID
%d blogger menyukai ini: