24/01/2022

Bios: Origins 2nd Edition, belajar mengenal diri sendiri, di tengah usaha untuk bertahan hidup [Ulasan]

Sebagai sekuel Bios: Megafauna, permainan ini mengadopsi era sekitar 200 ribu tahun lalu. Era ketika beberapa subspesies manusia perlahan mulai bermunculan dan berkembang. Epos panjang ini mencapai masa di mana hanya satu jenislah yang bertahan hidup di muka bumi. Spesies ini adalah kita, manusia-manusia modern yang diasumsikan memiliki akal. Inilah Bios: Origins 2nd Edition.

Phil Eklund adalah desainer nyentrik yang memulai karirnya di akhir tahun 1980-an. Ia berhasil membuat berbagai jenis board game yang kental dengan unsur sejarah juga sains. Salah satu kelebihan karya-karyanya dirasakan di kuatnya mekanik yang mengilustrasikan tema dan subjek yang diangkat. Buat saya, standar aspek tematik menjadi tinggi setelah mengenal judul-judul Phil Eklund lebih jauh.

Sebagai catatan, Bios: Origins Second edition adalah gim hasil reimplementasi dari Origins: How We Became Human. Gim ini sudah sempat rilis di 2007 lalu. Sayangnya, saya belum pernah memainkan cikal bakal gim satu ini sama sekali.

Berduet dengan Jon Manker, Eklund membangkitkan kembali gim ini di kemasan baru. Tulisan saya akan terfokus pada pengalaman memainkan Bios: Origins 2nd Edition secara eksklusif. Tak akan ada upaya membandingkan judul ini dengan desain awalnya.

Bios Series dan perjalanan bumi menjadi seperti hari ini

Sekitar satu tahun lalu saya pertama kali mendengar tentang trilogi Bios. Premisnya: tiga gim yang dapat digabungkan menjadi satu grand-campaign. Dimulainya cerita dari sel tunggal yang bertahan hidup pada awal terbentuknya bumi dan isinya (Genesis). Kemudian, mereka mengenal dan beradaptasi, saling memangsa dan membentuk piramida makanan (Megafauna)hingga akhirnya menjadi manusia (Origins).

Di sini, mereka mulai memproses segalanya. Selain mengenal diri sendiri, manusa ini belajar bagaimana memanfaatkan ide dan pikiran untuk bisa menjadi yang terbaik di planet hijau kecil yang mereka anggap rumah.

Jika ingin dipaksa, bisa saja ceritanya dilanjutkan lagi sebagai tetralogi hingga High Frontier 4 (yang kemungkinan menjadi bahan tulisan di kemudian hari).

BIOS: ORIGINS 2ND EDITION Akhir dari trilogi, awal dari kita manusia

Bios Origins 09

Di gim ini, kita bermain menjadi salah satu dari empat sub-spesies manusia. Semua memulai dengan kemampuan yang sama, tapi dengan lokasi yang berbeda.

Secara peran, kita tidak mengontrol satu individu dan memimpin spesiesnya. Lebih tepatnya, kita menjadi dalang untuk setiap individu yang ada.

Mereka mengontrol kebutuhan, membantu proses pertumbuhan otak, dan yang paling penting, mengadaptasi ide-ide baru, serta menanamkan prinsip untuk dijadikan bekal bertahan hidup di bumi yang keras. Inilah versi Phil Eklund yang mungkin menggambarkan bumi tempat kita berpijak dengan sangat baik.

STRUKTUR DARI GIM INI

Secara struktur, Bios: Origins 2nd Edition cukup sederhana. Terdapat empat epos di gim ini, dan setiapnya mewakili satu ronde. Dalam tiap ronde, ada tiga fase utama.

Satu epos dimulai dengan ‘Challenge the God’ , sebuah fase di mana pemain dapat memilih untuk membuka satu kartu event yang menjadi timer Bios: Origins. Kartu-kartunya memberikan tantangan dan seringkali mengubah kondisi peta. Hal ini dilakukan lewat simulasi-simulasi kejadian penting yang terjadi di masa silam, mulai dari meletusnya Gunung Krakatau, sampai pertama kalinya manusia menggunakan gambar dan tulisan sebagai model persuasi. 

Activity phase adalah fase utamanya Bios Origins 2nd Ed. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi di sini berkat tersedianya sekitar 20 jenis aksi. Di awal gim, masing-masing spesies hanya memiliki 6 kemungkinan yang sedikit berbeda tergantung dari ruling class-nya, Politic, Culture, atau Industry, dengan spesialisasinya masing-masing.

Bios Origins 08

Bios Origins 07

Seiring permainan, fase ini akan makin asimetris, tergantung dari engine yang diinginkan (atau kadangkala terpaksa dipilih). Jangan terintimidasi dengan banyaknya kemungkinan yang muncul. Secara tematis, gim ini akan makin mudah dicerna ketika kita mulai mengenal lebih dekat topik yang diemban.

Fase terakhirnya adalah Footprint and Restore Market. Pada dasarnya, fase ini menjadi jendela bersih-bersih (cleanup) sekaligus mengecek jika ada over-populasi di sebuah lokasi yang bisa saja berujung kelaparan dan kematian spesies pemain aktif.

Fase ini terus diulang hingga 4 epoch sebelum skoring akhir dilakukan. Spesies dengan kemampuan beradaptasi terbaik di ketiga segmen utama (politik, budaya, dan industri) menjadi pemenang.

SINOPSIS DARI NARASI YANG KAMI BUAT

Sebetulnya, saya hanya menulis ini untuk menceritakan pengalaman Bios saya. Kalian bisa melongkapinya jika dibutuhkan.

Saya main bertiga pada sesi yang saya tulis ini. Denisovan (moyang dari Homo erectus) memulai hidupnya di Cina. Sedangkan para hobbit (Homo floresiensis) membangun pemukiman di Indonesia. Bersamaan, kami juga bermain dengan Neanderthal (Homo neanderthalensis) di Spanyol.

Di epoch pertama, Hobbit berhasil mengonversi Free Will menjadi Mysticism, meninggalkan Denisovan dan Neanderthal yang masih primitif, melihat ke depan tidak ke atas. Di epoch yang sama, Hobbit turut menemukan ide tentang Preach. Metode ini dipakai untuk menyebarkan ideologi dan memengaruhi satu pemukiman Denisovan.

Walaupun Denisovan dan Neanderthal tertinggal dalam gagasan, mereka sudah memulai bercocok tanam dan menggali mineral-mineral berharga. Ini adalah sebuah terobosan karena mereka menemukan nilai lain selain makan dan beranak-pinak.


Bios Origins 06

Bios Origins 05

Di epoch kedua, Neanderthal mulai melihat banyak hal baru. Mereka mengerti pentingnya Free Will dan mulai membebaskan Emotion. Akhirnya pun menjadi unggul dalam menemukan ide baru. Selain itu, Denisovan yang cukup fundamentalist, tidak mau kalah dengan menanamkan Foundation pada anak-cucu-nya.

Pada epoch ini, Denisovan dan Neanderthal, mulai sedikit kesulitan untuk mengejar Hobbit yang dengan mudahnya menyebarkan ajarannya. Kita lalu sepakat untuk membuat perjanjian saling berdamai, dan melanjutkan hidup masing-masing dengan tenang. 

Kami mulai membagi daerah kekuasaan. Amerika dipercayakan pada Denisovan. Asia dan sebagian Eropa diberikan untuk Hobbit. Sedangkan Eropa dan Afrika berakhir di tampuk Neanderthal. Kami jalan beriringan dalam damai.

Paruh kedua permainan

Di epoch ketiga, bencana mulai terjadi. Ada banyak penyakit dan bencana alam, memaksa kami untuk kehilangan banyak hal. Terjadi juga beberapa kali Silent Revolution, dipaksa untuk beradaptasi dan meninggalkan ajaran lama guna bertahan hidup dan bisa mengejar cara berpikir masing-masing spesies.

Di epoch keempat, awalnya kami sepakat untuk melakukan aggression penuh pada era terakhir ini. Nyatanya, kami senang berada dalam situasi damai, merasa puas dengan segala harta kekayaan, ideologi, dan spesialisasinya masing-masing. Sesi bermain hari ini berakhir dengan menjadi pasifis, mengembangkan diri masing-masing, dan akhirnya hidup saling berdampingan mengisi kekurangan masing-masing.

PENDAPAT SAYA TENTANG BIOS: ORIGINS 2ND EDITION

Buat saya, Bios: Origins 2nd Edition adalah penggalan-penggalan cerita yang bisa saya rangkai sendiri atau bersama 3 orang teman. Hikayat epik ini masih akan terbawa berhari-hari setelah sesi bermain. Perkara menjadi sekedar cerita atau sebuah pelajaran tentang mengenal dan menempatkan diri dalam kehidupan ini, itu adalah pilihan pribadi masing-masing pemain. Perkara menjadi sekedar cerita atau sebuah pelajaran tentang mengenal dan menempatkan diri dalam kehidupan ini, itu adalah pilihan pribadi masing-masing pemain.

Setiap eposnya memberikan kemampuan yang unik kepada setiap pemain, dengan adanya kartu-kartu spesifik di masing-masing era yang dapat diadaptasi menjadi ide ataupun prinsip untuk spesies kita masing-masing. Dari yang awalnya belum mengenal apa-apa, sampai menjelang akhir bisa memilih untuk menjadi bangsa terkejam dengan senjata nuklir atau berkeliling dunia menjadi agen perdamaian dan mengajak satu sama lain untuk fokus dalam seni rupa dan budaya.

Bios Origins 03

Bios Origins 04

MEKANIK ENGINE-BUILDING

Menilik ulang kartu Event di tiap epos,kartu-kartu yang telah terpicu tidak serta merta langsung dibuang. Setelah semua event dilakukan, kartu tersebut kemudian dilelang untuk menjadi Foundation. Aspek inilah yang menjadi prinsip, istilah yang sempat saya sebut beberapa kali. Lelangan Foundation dalam Bios: Origins 2nd Edition menjadi sebuah konsep engine-building yang sangat unik.

IMPRESI KESELURUHAN

Kembali ke sesi pertama saya memainkan Bios: Origins 2nd Edition , itu menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan ketika proses perpindahan epos, melihat ide-ide baru berupa kartu yang rasanya mungkin seperti manusia pertama kali memasuki era pencerahan, takjub. Pada sesi-sesi permainan berikutnya beradaptasi terhadap kemungkinan menjadi kunci utama untuk menang.

Bios Origins 02

Dalam artian yang baik, game ini tergolong kisruh secara alur. Namun, desainernya berhasil membentuk sebuah gim yang lebih strategis dan juga taktikal melalui serangkaian kekacauan tersebut.

Semua hal yang bisa kita lakukan tadi secara mekanik gameplay, terjalin sangat baik dengan jargon-jargon dan “flavor” pada setiap kartu, aksi, dan kemungkinan-kemungkinan yang disiapkan oleh Phil Eklund kepada para pemainnya. Table talk atau bahkan bermain sendiri dan membangun cerita epik tentang perjalanan sekelompok manusia yang memiliki perbedaan dan tumbuh berkembang dengan objektif-nya masing-masing.

Kalau kalian menyukai artikel ini, dukung kami dengan membeli kopi di tautan di bawah. Kami akan selalu menyediakan konten menarik untuk kalian.


Original text: Aditya Martodiharjo
Editing & English translation by: Stephan Celebesario Sonny

This website uses cookies. By continuing to use this site, you accept our use of cookies. 

id_IDID
%d blogger menyukai ini: