03/05/2021

Magna Roma: Membangun kota berikutnya di Kerajaan Romawi [Pratinjau]

Sebelum ada Magna Roma, kami sudah mengenal Archona Games semenjak datang ke SPIEL Essen 2017. Di sana, kami disambut Milan Tasevksi, pendiri perusahaannya, secara personal. Pada stan sederhananya, beliau memamerkan Small Star Empires. Kalau kamu belum sempat membaca ulasan tentang game tersebut, kalian bisa coba menilik kembali di tautan ini.

Setelah mendulang sukses lewat proyek Kickstarter terakhirnya yang berkonsep 'Small Empires' tapi mengambil latar belakang zaman feudal Jepang, studionya kini beralih ke Kerajaan Romawi di game berikutnya. Saya kasih bocoran sedikit, game kali ini bukan buat memenuhi lini produk Small Empires lagi. Untuk permainan yang baru, Milan bakal memperkenalkan Magna Roma di dalam boks yang lebih besar.

Disclaimer: Saya adalah penikmat euro game dan cukup berkomitmen di Legend of the Five Rings LCG. Saya bukan pecinta variasi solo game. Dengan ini, saya ingin memberi gambaran mengenai bias yang mungkin muncul dalam penulisan artikel ini.

Sebetulnya, Magna Roma belum dirilis sama sekali, tapi kami mendapat kehormatan buat menjadi salah satu dari segelintir penguji alfa dan mendapatkan kopi pratinjau. Untuk ini, seperti di artikel pratinjau lainnya yang sempat kami tulis, kami mau memberikan tambahan woro-woro dulu sebelum kalian lanjut membaca ke bawah. Buat informasi sekalian, Archona Games berencana meluncurkan proyeknya di Kickstarter di akhir Maret 2021 ini.

Disclaimer: Kami mendapatkan kopi pratinjau untuk artikel ini, dan tentunya ini bukan versi final. Kemungkinan akan ada perubahan dari pihak penerbit terkait komponen, kualitas cetakan dan komponen, berikut dengan aturan dan konsep pada produk yang dirilis resmi nantinya.

SELAYANG PANDANG MAGNA ROMA

The 5×5 grid of our city. Look at those symbols made during the placement.

Pada kesempatan barunya ini, Milan menggunakan tile-placement sebagai mekanik utama game Magna Roma. Mengorbit di konsep dasar ini adalah dua mekanik lainnya: drafting dan resource management. Lewat keseluruhan mekanik yang diinkorporasikan ini, para pemain bakal berlomba mencetak angka lewat pembangunan kota. Pusat kota pemain bakal menjadi titik awal pembangunan dan infrastrukturnya tidak boleh melebihi area 5x5. Secara garis besar, kita memainkan Magna Roma lewat drafting tile, meletakkannya di tile yang sudah ada di area, aktivasi efeknya, mengambil satu langkah opsional (jika perlu), dan menutup langkah kita dengan menentukan tile yang akan digunakan kita di putaran berikutnya.

Aktivasi efeknya dilakukan dengan membentuk simbol-simbol tertentu.

Terdapat enam simbol (di luar bintang) di Magna Roma, di mana setiap simbolnya memberikan aksi dan resource yang berbeda. Dengan banyaknya papan yang bergerak di atas meja, kita bakal banyak berpikir selama permainan. Beberapa resource berkontribusi di akhir permainan, sedangkan sisanya hanya akan berguna ketika permainan berjalan.

Sistem tile drafting-nya terkesan berbeda

Jika dibandingkan dengan game yang mirip, proses drafting tile di sini agak berbeda. Di Magna Roma, kita tidak berbarengan dengan pemain berurutan memilih tile di tiap ronde. Jadinya, setiap akhir putaran kita, kita bakal langsung memilih tile berikutnya yang akan kita gunakan untuk membangun kota. Setelah itu, tile baru akan ditarik dari tumpukan yang ada, jadi pemain berikutnya memiliki jumlah pilihan yang sama sepanjang permainan.

Eight tiles are available to draft each turn. Each player may choose one out of two tiles on the left and right of his/her initial spot.

Walaupun banyak yang bilang ini sebetulnya mirip kayak proses drafting biasanya, di sistem ini kita memiliki kebebasan yang lebih dalam memilih tile. Semua pemain memiliki jumlah tile yang sama buat dipilih di tiap akhir putarannya, dan Magna Roma jadi terasa lebih strategis, karena kita harus memikirkan langkah berikutnya di putaran selanjutnya.

Banyak hal yang bisa terjadi di atas papan

Dengan papan Neighbourhood, Market, Military, dan Favour of the Goods, banyak sekali yang harus dipikirkan selain tile yang di-draft tiap putarannya. Untuk Neighbourhood dan Market, keduanya sangat berpautan apalagi buat mencetak skor di akhir permainan. Setiap ikon bintang di tile bakal membuat tracker kita maju selangkah di papan Neighbourhood, dan tracker yang maju tergantung dengan warna tile-nya. Angka terendah di papan ini akan dikalikan dengan angka tertinggi yang dicapai di papan Market. Hal ini membuat kita tidak bisa cuma draft satu warna tertentu yang bisa meningkatkan jumlah resource yang didapat lewat simbol. Kedua papan harus dipikirkan buat poin di akhir permainan.

Three lines on the Neighbourhood that advance whenever we place a tile with star(s) on it. We get rewards at some points, too.

Hati-hati juga dengan papan Market, ya, soalnya ada angka -2 di sini. Kalau kalian tidak ada usaha buat menggerakkan tracker di sini, kalian bahkan tidak akan bisa mencapai angka 1. Semisal kita ceroboh dan lupa dengan papan satu ini, bisa-bisa malah buntung. Lewat papan ini juga pemain bisa berdagang dan menukar resource di Magna Roma. Saya sendiri paling suka dengan papan Market.

The Market board gives point multiplier and the chance to do some trades.

Kita bisa mendapat token Favour of God (berkat dari dewa) dengan menggerakkan marker maju ke beberapa titik. Semakin maju posisi marker kita, semakin banyak poin yang kita dapat semisal kita tidak menggunakan token ini sampai akhir permainan. Guna token berkat dari dewa ini di Magna Roma adalah untuk mengaktifkan sekali lagi semua simbol dari satu tile yang kita pilih. Terdengar sangat menggoda, ya? Apalagi kalau tile itu memiliki banyak resource. Tapi, kita juga harus memikirkan berapa banyak poin yang kita buang buat melakukan hal tersebut. Pada akhir permainan, yang dihitung bukanlah resource yang kita miliki tapi jumlah poin yang kita dapatkan.

The closer we are to the Gods, the more points we get at the end of the game. It sounds like a religion cult, I know.

If the other three boards are advancing in linear, the value on the Military board can increase and decrease. We can always spend the “legions” (the value in this board) to conquer provinces. Each of them comes with different requirements. When fulfilled, it grants extra points at the end of the game. Keep in mind to pick what’s best for your city.

One of the three provinces in this game reminds me of Asterix and Obelix, two fictional characters from Gaul province.

Membangun monumen di dalam kotamu

Selain membangun kota terbaik di sini, kita pun harus bisa menghibur para penduduknya. Dengan membangun monumen, kita bisa membuat rakyat senang. Untuk melakukan aksi ini, kita harus membayar sejumlah 1-3 Gold (emas), tergantung posisi monumen di atas papan (kamu bisa cek di gambar cover artikel ini). Untuk mencetak skor dari monumen, kita harus menempatkan sejumlah penduduk di sana. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat di Magna Roma pun cuma sekedar resource untuk memberikan poin di akhir permainan.

PENDAPAT JUJUR SECARA PERSONAL UNTUK MAGNA ROMA

Magna Roma memiliki beberapa lembar untuk pengambilan keputusan yang harus dipikirkan. Dari konsep desainnya, game ini murni sebuah tile-laying, tapi kalau kita gali lebih dalam, maka akan muncul pembentukan pola lewat simbol juga. Simbol-simbol ini akan muncul selama permainan, ketika kita membangun kota di area 5x5 ini, dan tiap simbol akan memberikan resource. Resource ini harus kita atur secara hati-hati agar bisa berguna untuk mencetak skor, seperti dijelaskan di atas.

The monument in this city is populated and ready to generate some points when we calculate it at the end of the game.

Pengaturan resource bakal menjadi aspek yang mendominasi pengambilan keputusanmu selama permainan. Di dalam 24 ronde ini, kita tidak hanya akan memikirkan bagaimana cara membangun kota di area 5x5 tersebut, tapi juga resource apa yang mau kita dapatkan ketika meletakkan tile ini. Contohnya, kita tidak akan mau memiliki terlalu banyak populasi jika hal tersebut tidak menguntungkan sama sekali. Mengambil resource yang salah membuatmu kehilangan momentum. Tarik napas yang dalam, pikirkan resource yang penting, dan aturlah mereka agar bisa membawamu ke kemenangan.

Saya suka bagaimana game ini berakhir dengan ketat. Kami mencoba game-nya berempat, dan hal tersebut tidak memerlukan waktu lama untuk mencapai ronde ke-24. Permainannya cukup sederhana tapi masih sanggup membuat kami senang. Terlepas dari hal yang banyak terjadi di atas papan, kita masih bisa tetap mengikuti keseluruhan permainan dengan mudah. Dengan banyak hal yang harus dipikirkan, variasi tiap sesi, saya rasa game ini patut diperhitungkan buat ditambah ke koleksimu.

KESIMPULAN

Saya tidak bisa berbicara banyak perkara kualitas cetakan dan ilustrasinya karena ini bukan versi final. Tapi, kalau buat alur permainan, sampai saat ini ditulis, Magna Roma masih bakal mendapatkan beberapa pengaturan akhir biar game-nya lebih menarik. Apakah kamu harus mendukung Magna Roma di Kickstarter? Haruskah kamu membelinya? Tentu saja iya!

This website uses cookies. By continuing to use this site, you accept our use of cookies. 

id_IDID
%d blogger menyukai ini: