19/06/2021

Gray Eminence: Mengatur dunia di balik layar [Ulasan]

Setelah mencuri hati saya lewat Dwarf, Dragon Dawn Productions kembali sukses lewat Gray Eminence. Walaupun waktunya sempit, sepertinya kalian masih keburu buat mendukung ekspansi pertama dari Grey Eminence berjudul Year of Chaos di Kickstarter. Artikel ini hanya akan membahas game intinya terlebih dahulu. Semoga pembahasan kami kali ini bisa mendorong kalian buat membuka situsnya dan mendukung pendanaan ekspansi tersebut.

Sudah banyak yang membahas cara bermain Gray Eminence di internet. Beberapa bisa ditemukan di website DDP juga. Jadi, saya akan membiarkan kalian mencarinya sendiri. Perlu diingat kalau game ini benar-benar membawa kejadian geopolitik yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Tidak ada topik yang lebih mengesankan selain perkara kekuasaan yang sedang membuat kita menari-nari di telapak tangan mereka yang bersembunyi di bayangan.

The greatest power is not money power, but political power

Walter Annenberg

Gray Eminence berasal dari bahasa Prancis éminence grise, yang berarti seseorang dengan kuasa untuk mengambil keputusan terakhir di balik layar dan dapat mengubah nasib khalayak ramai. Kata ini disematkan kepada François Leclerc du Tremblay untuk pertama kalinya ketika dia memegang kuasa gereja Katolik Roma. Banyak sekali orang-orang yang kemudian mendapatkan julukan serupa setelahnya.



Duet Permaisuri dan eks-Ratu Jia dan Cixi juga bisa menjadi bukti sahih dari keberadaan orang-orang seperti ini. Mereka menempatkan anggota keluarga laki-laki sebagai boneka ketika memimpin Dinasti Jin selama sembilan tahun. Dengan keberadaan raja boneka inilah mereka berhasil menghindari aturan wanita tak boleh berkuasa di jaman Cina kerajaan.

Disclaimer: Saya adalah penikmat euro game dan cukup berkomitmen di Legend of the Five Rings LCG. Saya bukan pecinta variasi solo game. Dengan ini, saya ingin memberi gambaran mengenai bias yang mungkin muncul dalam penulisan artikel ini.

POLITIK SEBAGAI TEMANYA YANG TAK BIASA

Isu politik yang diangkat oleh Gray Eminence sudah bisa menjadi alasan kuat untuk menarik pemain. Selama permainan, kami banyak berdiskusi dan kadang mulai mengacu ke topik politik lain yang terjadi di seluruh dunia dan tidak dibahas di game satu ini. Tidak cuma berhasil mendorong kami buat memulai percakapan serius semacam ini, Gray Eminence bisa sukses ke depannya karena lewat kotak inti ini DDP bisa menginisiasi ekspansi lain yang mengangkat peristiwa lain yang diberitakan TV dan koran. Seperti ekspansi mereka yang ada di Kickstarter.

Sangat menarik buat mengikuti cara Timo Multamäki memasukkan hal-hal riil di luar sana ke dalam tema game miliknya. Gambaran yang dibawa memang tak biasa dan penuh intrik. Timo tidak takut buat menngusung nama-nama dan peristiwa asli di dunia ke atas papan permainan ini. Dalam satu delikan mata, kita bakal langsung tahu kalau nama belakang Green Greta di dunia nyata adalah Thunberg. Atau kita pasti sadar kalau Reborn Gyatzo ini adalah contekan dari Dalai Lama.

ILUSTRASINYA YANG ABU-ABU

Ilustrasi di game ini betul-betul mencerminkan ketidakjelasan di kancah politik seluruh dunia. Gray Eminence ada bukan untuk membuktikan sesuatu ataupun mendorong agenda tertentu, apalagi mendukung gerakan politik manapun. Game ini ada untuk menghibur pemainnya dengan segala hal ambigu di pergerakan dunia. Walaupun saya lebih menyukai gambar-gambar dengan warna yang lebih cerah, Lars Munck berhasil memproyeksikan apa yang diinginkan Timo sebagai konsep inti dari Gray Eminence: sebuah game serius tentang politik.

PERMAINAN KEKUASAAN DI GRAY EMINENCE

Banyak yang takut begitu melihat kalau ada sembilan fase selama lima atau delapan ronde di Gray Eminence. Game ini terdengar tidak begitu bersahabat untuk pemain baru (tapi politik mana yang terdengar sederhana dan mudah?) Gray Eminence memiliki kurva untuk belajar yang cukup terjal, jadi saya menyarankan menggunakan versi lima ronde buat sesi tutorial terlebih dahulu. Dengan ini, pemain bisa mengerti konsep utama di dalam permainan, dan game-game berikutnya bakal jadi lebih mudah.

Gray Eminence bisa jadi mengintimidasi pada awalnya, seperti yang dikemukakan di paragraf atas. Pertama, game ini sangat bergantung pada teks yang dicetak di atas kartu-kartunya. Berarti, pemain harus betul-betul membaca dan mengerti untuk lanjut bermain. Kedua, adanya aspek negosiasi selama fase Event dan Trading. Hal kedua ini yang membuat saya menyukai board game. Kalau kalian tidak suka dengan game yang mengedepankan unsur interaksi antar pemain yang tinggi, sepertinya kalian susah buat menyukai Gray Eminence.


Mengatur semuanya di balik bayangan bakal mudah kalau kalian satu-satunya yang menjadi dalang. Sayangnya, dalam game ini, kita harus tetap berbagi terlebih dulu guna memenuhi semua tujuan yang ingin dicapai. Hal ini membuat Gray Eminence menjadi semi kooperatif. Kita harus bersama-sama mengatur apa yang terjadi di dunia, tapi pada akhirnya hanya satu yang bisa memiliki semuanya. Hasil negosiasi di tiap fase mengikat, tapi saling menusuk dari belakang tidak bisa dihindari.

Kotak kecil untuk menyimpan resource yang dikumpulkan

Konsep pintar satu ini memberikan kemungkinan buat menyimpan semua resource di dalam satu 'lemari besi'. Di dalam Gray Eminence, menjaga informasi perihal aset yang dimiliki sebetulnya sangat penting. Tapi, kadang kamu harus menunjukkan apapun yang kamu punya ke pemain lain dalam bernegosiasi. Seperti situasi politik yang nyata, aset-aset ini bisa digunakan sebagai daya tarik ataupun alat untuk mengancam musuhmu.

Mencetak skor di Gray Eminence

Di fase kesembilan, pemain bisa mencetak Victory Point dengan memenuhi kondisi tertentu. Kondisi-kondisi ini bisa datang dari kartu karater (bisa dilihat secara publik) atau dari kartu Victory yang secara diam-diam dipenuhi sendiri. Tiap kondisi hanya bisa dicetak sekali saja normalnya. Sistem ini betul-betul membuat Gray Eminence penuh dengan rancangan manajemen, di mana pemain harus selalu mengikuti apa saja yang terjadi di atas papan.

PENUTUP

Gray Eminence adalah game yang bertema serius. Kurva pembelajarannya cukup terjal tapi begitu sampai di atas, kita bakal menikmati game yang mudah dimengerti. Banyak sekali teks yang dicetak di kertasnya walaupun hanya sebagai pendamping. Tapi, teks-teks inilah yang berkontribusi ke dalam pengalaman bermain yang lebih imersif. Dengan interaksi antar pemain yang tinggi, kita bakal perlu minimal tiga pemain buat memulai.

Apakah kamu harus membelinya? Tentu saja. Kalian perlu ekspansinya buat mendapatkan pengalaman main lebih? Tentu saja. Siapa yang tidak mau mengikuti perkembangan terbaru di panggung politik dunia dan turut serta dalam permainan kekuasaan merebut titel Gray Eminence?

For our Indonesian audiences, you can acquire a copy of Gray Eminence’s core from Invaders Board Game Station dan Sini Duduk.

This website uses cookies. By continuing to use this site, you accept our use of cookies. 

id_IDID
%d blogger menyukai ini: